Tingkat Pengetahuan Dan Rasionalitas Pasien Tentang Swamedikasi Di Apotek Kecamatan Arut Selatan

  • Poppy Dwi Citra Jaluri STIKes Borneo Cendekia Medika
  • Harun Efendi STIKes Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun
  • Febriandi Ramadhan Dwiannur STIKes Borneo Cendekia Medika
  • Yogie Irawan STIKES Borneo Cendekia Medika
  • Luluk Sulistiyono STIKES Borneo Cendekia Medika

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu upaya yang sering dilakukan masyarakat untuk menangani keluhan kesehatan ringan tanpa konsultasi tenaga medis. Praktik ini dapat bermanfaat dari sisi efisiensi biaya dan waktu, tetapi berisiko menimbulkan masalah apabila dilakukan secara tidak rasional, seperti kesalahan pemilihan obat, dosis yang tidak tepat, serta timbulnya efek samping maupun interaksi obat. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan masyarakat mengenai swamedikasi serta menilai rasionalitas penggunaan obat pada pasien yang melakukan swamedikasi di tiga apotek Kecamatan Arut Selatan. Hasil sebanyak 300 responden berpartisipasi, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (64%) dan usia terbanyak pada kelompok 29–39 tahun (31,4%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori sedang (48%). Meskipun sebagian besar responden mampu membedakan jenis obat batuk (86,7%), pemahaman mengenai interaksi obat masih rendah (36,3%). Dari segi rasionalitas, 73,7% responden menggunakan obat secara rasional. Ketepatan pemilihan obat tercatat sebesar 98,6%, ketepatan dosis 94,3%, kontraindikasi 98,3%, tidak ditemukan interaksi obat (100%), serta polifarmasi rendah (1,7%). Faktor utama ketidakrasionalan disebabkan oleh adanya efek samping obat (18,9%). Kesimpulan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori sedang dan penggunaan obat yang tergolong rasional. Namun, rendahnya pemahaman terkait interaksi obat serta munculnya efek samping menunjukkan perlunya peningkatan edukasi dari tenaga kefarmasian untuk mendukung praktik swamedikasi yang lebih aman dan rasional.

References

1. Osemene KP, Lamikanra A. A study of the prevalence of self-medication practice among university students in southwestern Nigeria. Trop J Pharm Res. 2012;11(4):683–9.
2. Manihuruk A, Handini M, Sinaga T, Wandra T, Sinaga L. Swamedikasi Obat: Studi Kualitatif Pelaksanaan Pelayanan Swamedikasi di Apotek Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2023. PREPOTIF J Kesehat Masy. 2024;8(1):301–29.
3. Dan S, Swamedikasi P, Wijaya WP, Yulianti T, Farmasi F, Surakarta UM. Pengunjung Di Empat Apotek Kabupaten Boyolali Knowledge , Attitudes And Behavior Of Self-Medication Of Visitors In Four Pharmacies In Boyolali District. 2023;2(2):163–77.
4. Widayati A. Swamedikasi di Kalangan Masyarakat Perkotaan di Kota Yogyakarta Self-Medication among Urban Population in Yogyakarta. 2013;2:145–52.
5. Muharni S, , Fina Aryani & MM. Gambaran Tenaga Kefarmasian dalam Memberikan Informasi Kepada Pelaku Swamedikasi. J Sains Farm Klin. 2015;2(1):47–53.
6. BPOM. Pengawasan Pengelolaan Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, Dan Prekursor Farmasi Di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian. 2021;
7. Organization WH. Guidelines for the Regu latory Assessment of Medicinal Products for use in Self-Medication. 2000;
8. Article R. Self ? medication?: A current challenge. 2014;5(1):19–23.
9. Kristiyowati AD. Rasionalitas Penggunaan Obat Ditinjau Dari Indikator Peresepan World Health Organization (WHO) di Rumah Sakit IMC Periode Januari - Maret 2019. Pros Senantias [Internet]. 2020;1(1):277–86. Available from: http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/Senan/article/view/8205
10. Nababan H, Simanjuntak HA, Gurning K. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Herba Tumbuhan Balsem ( Polygala Paniculata L .) TERHADAP Bakteri Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Antibacterial Activity of Ethanol Extract of Herbal Balm ( Polygala paniculata L .) against Staphylococcu. 2020;2(1):60–5.
11. Wulandari AS, Ahmad NFS. Hubungan Faktor Sosiodemografi terhadap Tingkat Pengetahuan Swamedikasi di Beberapa Apotek Wilayah Purworejo. INPHARNMED J (Indonesian Pharm Nat Med Journal). 2021;4(1):33.
12. Asrulla, Risnita, Jailani MS, Jeka F. Population and Sampling (Quantitative), and Selection of Key Informants (Qualitative) in a Practical Approach. J Pendidik Tambusai. 2023;7(3):26320–32.
13. Harahap NA, Khairunnisa, Tanuwijaya J. Tingkat Pengetahuan Pasien dan Rasionalitas Swamedikasi di Tiga Apotek Kota Panyabungan (Patient knowledge and rationality of self-medication in three pharmacies of Panyabungan City, Indonesia) Nur. J Sains Farm Klin. 2017;3(May):186–92.
14. Betania P. Tingkat Pengetahuan Dan Rasionalitas Swamedikasi Masyarakat. J Pharm Tiara Bunda. 2021;1(1):17–22.
15. Suherman H, Febrina D. SWAMEDIKASI OBAT Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit obat yang diperlukan , kegunaan dari tiap. Viva Med. 2018;2:82–93.
16. Kemenkes. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit. 2016;334(1951).
17. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Pedoman Pengguna Obat Bebas dan Bebas Terbatas. 2007;1–78.
18. Hutahean H. Original Articel. Juornal Econ Strateg. 2020;1(1):1–10.
19. Fitriah R, Mardiati N. the Influence of Sociodemographic Factors on Knowledge and Attitudes About the Use of Antibiotics in Rural Communities: Observational Study in Cempaka Banjarbaru District. J Farm Sains dan Prakt. 2021;7(1):34–43.
20. Ruslin, Jabbar A, Wahyuni, Malik F, Trinovitasari N, Agustina, et al. Edukasi Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Mosiraha J Pengabdi Farm. 2023;1(1):25–30.
Published
2025-08-31
How to Cite
JALURI, Poppy Dwi Citra et al. Tingkat Pengetahuan Dan Rasionalitas Pasien Tentang Swamedikasi Di Apotek Kecamatan Arut Selatan. Jurnal Borneo Cendekia, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 91-98, aug. 2025. ISSN 2549-1822. Available at: <http://journal.stikesborneocendekiamedika.ac.id/index.php/jbc/article/view/632>. Date accessed: 11 mar. 2026. doi: https://doi.org/10.54411/jbc.v9i1.632.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2