PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN MIKROEMULSI EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa [Aiton] Hassk) DAN MIKROEMULSI EKSTRAK BIJI PINANG (Arace Catechu Linnaeus) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN

Brillyanti Monica, Amilia Kurnia

Abstract


Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa [Aiton] Hassk) merupakan tumbuhan khas Kalimantan yang secara empiris digunakan masyarakat sebagai tumbuhan obat penyakit diabetes melitus. Senyawa dalam daun karamunting yang dapat menurunkan kadar gula darah adalah alkaloid, flavonoid dan tanin. Tumbuhan obat yang juga sering di manfaatkan oleh masyarakat Kalimantan adalah tumbuhan pinang yang sudah digunakan secara turun temurun (Sada dan Rosye, 2010).Biji pinang memiliki khasiat sebagai tanaman antidiabetik yang dapat menurunkan hiperglikemia. Biji Pinang mengandung senyawa alkaloid arekolin yang memiliki aktivitas antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikroemulsi ekstrak daun karamunting 244mg/200gr dan mikroemulsi ekstrak biji pinang untuk menurunkan kadar gula darah pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi aloksan.Penelitian ini bersifat eksperimental murni dengan menggunakan 24 ekor hewan uji yang diinduksi aloksan 20mg/ 200mg secara intraperitoneal. Hewan uji tikus dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol positif mikroemulsi glibenklamid, kelompok kontrol negatif mikroemulsi plasebo serta kelompok perlakuan mikroemulsi ekstrak daun karamunting. Pengukuran kadar Gula Darah Puasa (GDP) dilakukan pada hari ke-0, hari ke-3 (GDP setelah induksi aloksan) dan GDP hari ke-10 (GDP setelah perlakuan). Persen penurunan kadar GDP dianalisis secara statistika dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji statistika menyatakan ada perbedaan signifikan antara kelompok kontrol positif dengan kelompok kontrol negatif dengan nilai sig. 0,00. Perbedaan signifikansi juga terjadi pada kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan mikroemulsi ekstrak daun karamunting dengan nilai sig. 0,00. Sedangkan pada kelompok kontrol positif dan kelompok mikroemulsi ekstrak daun karamunting tidak ada perbedaan signifikan dengan nilai sig. 0,24, sehingga dapat disimpulkan bahwa mikroemulsi ekstrak daun karamunting dapat menurunkan kadar gula darah yang sebanding dengan kontrol positif mikroemulsi glibenklamid.

 

Kata kunci : Mikroemulsi, Karamunting, Biji Pinang, Aloksan, Diabetes Melitus.

 


Keywords


Kata kunci : Mikroemulsi, Karamunting, Biji Pinang, Aloksan, Diabetes Melitus

Full Text:

PDF

References


IDF, 2017. International Diabetic Atlas. Eight Edition. International Diabetic Federation.

Ndraha, Suzanna, 2014. Diabetes Melitus Tipe 2 dan Tatalaksana Terkini. Jurnal Medicinus, Vol 27, No.2. Jakarta.

Depkes RI, 2005. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes Mellitus. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Ramadhani, Mira Surya., Laily, Nur., Mahmudah. 2013. Potensi Tumbuhan Karamunting Untuk Penyakit Defisiensi. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.

Sinata, Novia., Arifin, Helmi. 2016. Antidiabetes dari Fraksi Air Daun Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa (Ait.) Hassk.) terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Diabetes. Jurnal Sains Farmasi & Klinis. Ikatan Apoteker Indonesia. Sumatera Barat.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
STIKES Borneo Cendekia Medika
Jl. Sutan Syahrir No. 11 Pangkalan Bun, Kotawaringan Barat, Kalimantan Tengah 74112
Telp. 0823 3766 8899
Email: stikesborneocendekiamedika18@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.