Analisis Perbandingan Kadar Kolestrol Total Antara Perokok Aktif Dan Pasif Berusia 20-25 Tahun Di Wilayah Samarinda

  • Muhammad Fahmi Aminuddin Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda
  • Chindi Anggraini Sains Wiyata Husada Samarinda

Abstract

Merokok merupakan kegiatan yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Paparan asap rokok telah terbukti sangat berbahaya bagi kesehatan. Baik perokok aktif maupun pasif terpapar zat berbahaya dapat mempengaruhi kesehatan, salahsatunya profil lipid yaitu kadar kolesterol yang dapat memicu terjadinya masalah kardiovaskular. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar kolesterol tetal antara perokok aktif dan pasif pada usia 20-25 tahun di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk membandingkan kadar kolesterol total antara perokok aktif dan pasif. Populasi target adalah individu yang terpapar asap rokok di Kelurahan Lok Bahu, Kota Samarinda. Sampel berjumlah 60 partisipan, terdiri dari 30 perokok aktif dan 30 perokok pasif yang diambil secara acak dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Pengambilan sampel darah dan pengisian kuesioner dilaksanakan di lokasi Kelurahan Lok Bahu, sementara pengukuran kadar kolesterol total dilakukan di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Samarinda. Hasil Penelitian ini didapatkan 14 perokok aktif dan 13 perokok pasif memiliki kadar kolesterol tinggi dengan rentang kadar 203-382 mg/dL bagi perokok aktif dan kadar 202-232 mg/dL bagi perokok pasif. Berdasarkan analisis statistik, hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Test (p = 0,973) menunjukkan bahwa data kadar kolesterol total terdistribusi secara normal. Sehingga dilanjutkan Uji-T tidak berpasangan untuk perbandingan data. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi (p = 0,859) yang mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada kadar kolesterol total antara perokok aktif dan perokok pasif walaupun kadar kolesterol perokok aktif memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kadar kolesterol perokok pasif.

References

1. WHO. (2018). Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia Report 2018.
2. Sulastri, D. Herman, E. Darwin. (2018). Keinginan Berhenti Merokok pada Pelajar Berdasarkan Global Youth Tobacco Survey di SMK Negeri Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 7 (2) : 205 – 211.
3. Ambarwati, F. D., Vinsur, E. Y. Y., & Syukkur, A. (2024). Hubungan Pengetahuan Perokok Pasif Tentang Dampak Asap Rokok Dengan Upaya Pencegahannya Di Perumahan Mulya Garden, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 8(2), 170–178.
4. Kemenkes, R. (2019). Rencana Aksi Pengendalian Penyakit Tidak Menular Tahun 2015- 2019, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Kemenkes RI, Jakarta.
5. Parwati. E. P dan M. A. Sodik. (2018). Pengaruh Merokok pada Perokok Aktif dan Perokok Pasif terhadap Kadar Trigliserida. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 2 (1) : 24-32.
6. Wawuru, F . t,. Buulolo, E. & Ndruru, E. (2017). Implementasi Algoritma Apriori pada analisa pola data penyakit manusia yang di sebabkan oleh rokok. 1, 176-182.
7. Khairunnisa, Z. (2020). Pengaruh Kebiasaan Merokok terhadap Kadar Kolesterol Total pada Laki-Laki Dewasa di Kelurahan Sidorejo Kecamatan Medan Tembung . Skripsi. Universitas Sumatra Utara. Medan.
8. Malaeny, C. S, M. Katuuk, F. Onibala. (2017). Hubungan Riwayat Lama Merokok dan Kadar Kolesterol Total dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. E-Journal Keperawatan, 5 (1) : 1-7.
9. Badan Pusat Statistik Kota, Samarinda. (2022). Kota Samarinda.
10. SUSENAS. (2017). Survei Sosial Ekonomi Nasional. Berita Kedokteran Masyarakat, 35 (2) : 41-48.
11. Sudiarti, P. E., Z.R, Z., & Safitri, D. E. (2023). Hubungan Paparan Asap Rokok Dengan Kejadian Ispa Pada Remaja Di SMAN 1 Kampar. Jurnal Ners, 7(1), 753–756.
12. Nisa, H, D. E Artha dan Risma. (2018). Pengaruh Rokok terhadap Kadar olesterol 2 Jam setelah Merokok pada Perokok Aktif. Jurnal Media Laboran, 8 (1): 33-38.
13. Cora, D. I, J. N. Engka dan D. Pangemanan. (2019). Hubungan Konsumsi Alkohol dengan Kadar Trigliserida pada Mahasiswa . Jurnal Medik dan Rehabilitasi, 1 (3) : 1 – 4.
14. Paba, M. D. (2019). Gambaran Kadar Kolesterol Total pada Perokok Usia 40-60 Tahun i Kelurahan Naimata Kecamatan Mualafa Kota Kupang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang.
15. Purbayanti, D. d. (2017). Efek Mengkonsumsi Minumal Beralkohol terhadap Kadar Trigliserida. Jurnal Surya Medika, 3 (1) : 75 - 81.
16. Vadilah, R. (2019). Perbandingan Kadar Kolesterol Total Pada Remaja Perokok Aktif Dan Non Perokok Di Kecamatan Petir Cipondoh Tanggerang Dengan Metode Spektofotemeter. jurnal sehat Indonesia, 1 (1) : 13-18.
17. Rachmatullah, P. Z. (2020). Pengaruh Paparan Asap Rokok Tersier terhadap Kadar Kolesterol Total dan Trigliserida Mencit. Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains, 2 (2) : 95-98.
18. Zuhroiyyah, S. F, H. Sukandar, S. B. Sastradimaja. (2017). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Kolesterol Total, Kolesterol Low-Density Lipoprotein, dan Kolesterol High-Density Lipoprotein pada Masyarakat Jatinagor. Jurnal Sistem Kesehatan, 2 (3) : 116-122
19. Pracilia, P. C. (2018). Hubungan Antara Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Pasien yang Berkunjung di Instalasi Cardiovasculer and Brain Centre (CVBC) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal KESMAS, 7 (4).
20. Wimpy dan T. Harningsih. (2020). Pengaruh Lama Penggunaan Rokok Elektronik terhadap Kadar Karboksihemoglobin pada Perokok Elektronik. Jurnal Farmatesis, 9 (1) : 41 – 5.
21. Yoeantafara, A. d. (2017). Pengaruh Pola Makan terhadap Kadar Kolesterol Tota. Universitas Airlangga. Jur MKMI, 13(4): 304-9.
22. Adeliana, S, L. T Handayani, Hendra Kurniawan. (2016). Hubungan Perilaku Merokok dengan Kadar Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) Pada Perokok Aktif di Gudang Taman Glagahwero Kalisat Jember. Artikel. Universitas Muhammadiyah Jember.
Published
2025-08-25
How to Cite
AMINUDDIN, Muhammad Fahmi; ANGGRAINI, Chindi. Analisis Perbandingan Kadar Kolestrol Total Antara Perokok Aktif Dan Pasif Berusia 20-25 Tahun Di Wilayah Samarinda. Jurnal Borneo Cendekia, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 69-75, aug. 2025. ISSN 2549-1822. Available at: <https://journal.stikesborneocendekiamedika.ac.id/index.php/jbc/article/view/620>. Date accessed: 12 jan. 2026. doi: https://doi.org/10.54411/jbc.v9i1.620.