Hubungan antara Nilai Hemoglobin Glikasi (HbA1c) Dengan Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Praya

  • I Gede Suda Adnyana Yoga Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Yunan Jiwintarum Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Urip Urip Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Iswari Pauzi Poltekkes Kemenkes Mataram

Abstract

Diabetes melitus (DM) menjadi persoalan kesehatan yang serius di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang, seperti nefropati diabetik yang menyebabkan gagal ginjal. Kondisi hiperglikemia kronis pada penderita diabetes menyebabkan perubahan pada struktur dan fungsi ginjal melalui mekanisme seperti produk akhir glikasi lanjut (AGEs), stres oksidatif, dan proses inflamasi. Oleh karenanya, pengendalian glikemik yang tepat sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit ginjal kronis (PGK) pada pasien diabetes. Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar HbA1c dan kadar ureum serta kreatinin pada pasien dengan DM tipe 2 di RSUD Praya. Sebanyak 92 sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari data rekam medis sekunder. Analisis korelasi Spearman digunakan untuk menilai hubungan antar variabel tersebut. Mayoritas sampel adalah pria (52,2%) dan sebagian besar menunjukkan peningkatan kadar glukosa (70,7%). Dari sampel tersebut, 67,4% memiliki kadar HbA1c lebih dari 7%, sementara kebanyakan memiliki kadar ureum normal (60,9%) dan kreatinin normal (81,5%). Hasil analisis korelasi tidak menunjukkan hubungan signifikan antara kadar HbA1c dengan ureum (p=0,127; koefisien korelasi=0,160) maupun dengan kreatinin (p=0,803; koefisien korelasi=0,026). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dan kadar ureum maupun kreatinin. Hal ini mengindikasikan bahwa nilai HbA1c tidak mencerminkan secara signifikan penurunan fungsi ginjal. Oleh sebab itu, pemantauan glikemik pada pasien diabetes perlu dilengkapi dengan pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin secara rutin untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai fungsi ginjal.

References

1. International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas, 10th edn., Brussels. Belgium: 2021. 2021.
2. Karki A, Vandelanotte C, Khalesi S, Dahal P, Rawal LB. The Effect of Health Behavior Interventions to Manage Type 2 Diabetes on the Quality of Life in Low-and Middle-Income Countries: A Systematic Review and Meta-Analysis. PLoS One. 2023;18(10):e0293028.
3. Siagian TD, Pakhpahan J, Nina N, Maspupah T, Octavianie G. Analisis Dampak Pola Makan Terhadap Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Masyarakat Usia Produktif. J Public Heal Educ. 2023;3(1):411–7.
4. Wahidin M, Achadi A, Besral B, Kosen S, Nadjib M, Nurwahyuni A, et al. Projection of Diabetes Morbidity and Mortality Till 2045 in Indonesia: A Dynamic Modeling Based on Risk Factors and National NCD Prevention and Control Programs. 2023;
5. Saputri RD. Komplikasi Sistemik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2020;11(1):230–6.
6. Suharti S. Penyuluhan Hidup Sehat Dengan Diabetes Melitus Di Desa Gurudug Kecamatan Pondok Salam Kabupaten Purwakarta. 2024;1(2):38–42.
7. Gan T, Liu X, Xu G. Glycated Albumin Versus HbA1c in the Evaluation of Glycemic Control in Patients With Diabetes and CKD. Kidney Int Reports. 2018;3(3):542–54.
8. Pinky AA, Zulfian Z, Syuhada S, Pebriani U. Hubungan Kadar Hba1c ?7% Dengan Kadar Ureum Dan Kreatinin Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. J Ilmu Kedokt Dan Kesehat. 2023;10(10):3032–8.
9. Prasetyorini T, Sudiro K, Mujianto B, Martini R. The Correlation Between the Levels of HbA1c With Ureum and Creatinine in Patient With Type 2 Diabetes Mellitus. Asian J Appl Sci. 2019;7(5).
10. Inoué K, Goto A, Kishimoto M, Tsujimoto T, Yamamoto?Honda R, Noto H, et al. Possible Discrepancy of HbA1c Values and Its Assessment Among Patients With Chronic Renal Failure, Hemodialysis and Other Diseases. Clin Exp Nephrol. 2015;19(6):1179–83.
11. Stanton RC. Role of Glucose Metabolism and Mitochondrial Function in Diabetic Kidney Disease. Curr Diab Rep [Internet]. 2021 Feb 1 [cited 2025 Jan 22];21(2):1–8. Available from: https://link.springer.com/article/10.1007/s11892-020-01372-2
12. Widyatmojo H, Samsuria IK, Triwardhani R. Hubungan Kontrol Glikemik Dengan Petanda Gangguan Ginjal Dini Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Intisari Sains Medis. 2020;11(2):476–80.
13. Gupta N, Rawal MP, Amandeep A. Role of Albumin-Creatinine Ratio and Hba1c in Pre-Dicting Renal
Published
2025-08-07
How to Cite
SUDA ADNYANA YOGA, I Gede et al. Hubungan antara Nilai Hemoglobin Glikasi (HbA1c) Dengan Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Praya. Jurnal Borneo Cendekia, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 11-17, aug. 2025. ISSN 2549-1822. Available at: <https://journal.stikesborneocendekiamedika.ac.id/index.php/jbc/article/view/621>. Date accessed: 12 dec. 2025. doi: https://doi.org/10.54411/jbc.v9i1.621.