Asuhan Kebidanan Pada Ny. D Dengan Persalinan Fisiologis Di Klinik Pratama Harapan Bunda Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah
Abstract
Persalinan merupakan proses fisiologis yang ditandai dengan pengeluaran janin, plasenta, dan selaput ketuban melalui jalan lahir. Meskipun sebagian besar persalinan berlangsung normal, proses ini tetap berpotensi menimbulkan komplikasi yang dapat meningkatkan Angka Kematian Ibu (AKI). Secara global, kematian ibu masih mencapai sekitar 287.000 kasus per tahun. Di Indonesia tercatat 4.482 kasus kematian ibu, dengan penyebab utama hipertensi pada kehamilan dan perdarahan obstetrik. Di Provinsi Kalimantan Tengah dilaporkan 96 kasus kematian ibu, sedangkan di Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat 7 kasus, dengan penyebab terbanyak hipertensi. Tingginya AKI menunjukkan pentingnya pemberian asuhan kebidanan persalinan yang komprehensif dan sesuai standar guna mencegah komplikasi serta mendukung persalinan fisiologis. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan persalinan fisiologis pada Ny. D usia 31 tahun di Klinik Pratama Harapan Bunda Pangkalan Bun.Metode yang digunakan ialah studi kasus pada ibu hamil trimester III dengan usia kehamilan 37 minggu 6 hari dan skor Poedji Rochjati <10. Data dikumpulkan melalui pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney serta pendokumentasian SOAP. Hasil menunjukkan persalinan berlangsung fisiologis dengan kala I ±13 jam 30 menit, kala II ±30 menit, kala III ±10 menit, dan kala IV 2 jam. Bayi lahir spontan dengan berat badan 1.800 gram. Tidak ditemukan komplikasi pada ibu maupun bayi. Asuhan dilakukan sesuai standar Asuhan Persalinan Normal (APN) serta penerapan akupresur untuk mengurangi nyeri persalinan. Kesimpulannya, asuhan kebidanan sesuai standar mendukung persalinan fisiologis dan menjaga kondisi ibu serta bayi tetap baik.References
1. Prastiwi I, Sari RP, Lestari D. Faktor yang berhubungan dengan kejadian partus lama pada ibu bersalin di RS Bhakti Husada
2. Cikarang tahun 2020. J Kesehat Bhakti Husada. 2021;7(2):9–17.
3. Haslin S, Yuliana E, Rahmawati N. Penyuluhan pelaksanaan teknik birth ball terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif. J Pengabd Masy PUSTINGKIA. 2022;1(2):14–19.
4. World Health Organization. World health statistics 2023. Geneva: WHO; 2023.
5. World Health Organization. Maternal mortality. Geneva: WHO; 2024.
6. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
7. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI; 2024.
8. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Profil Kesehatan Kalimantan Tengah Tahun 2023. Palangka Raya: Dinkes Prov. Kalteng; 2023.
9. Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Profil Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2024. Pangkalan Bun: Dinkes Kobar; 2024.
10. Klinik Pratama Harapan Bunda. Laporan persalinan tahun 2024. Pangkalan Bun: Klinik Pratama Harapan Bunda; 2024.
11. Sulistyowati E, Handayani S, Putri AR. Efektivitas akupresur titik LI4 dan SP6 terhadap penurunan nyeri persalinan kala I. J Kebidanan. 2022;11(1):45–52.
12. Setiawati D. Continuity of care dalam pelayanan kebidanan untuk menurunkan AKI dan AKB. J Kebidanan Indonesia. 2021;12(2):85– 92.
13. Walyani ES, Purwoastuti E. Asuhan kebidanan persalinan dan bayi baru lahir. Yogyakarta: Pustaka Baru Press; 2020.
14. Ratnawati R. Manajemen asuhan kebidanan (pendekatan 7 langkah Varney). Jakarta: Salemba Medika; 2019.
15. Sari DP. Identifikasi kebutuhan segera dan tindakan kegawatdaruratan dalam asuhan kebidanan. J Kebidanan Terapan. 2019;5(2):67–74.
16. Nukuhely M, dkk. Penatalaksanaan tindakan segera bayi baru lahir dalam pencegahan komplikasi neonatal. Kebidanan Ambon. 2023;3(1):75–83.
17. World Health Organization. WHO recommendations: intrapartum care for a positive childbirth experience. Geneva: World Health Organization; 2018.
18. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Asuhan Persalinan Normal (APN). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2022.
19. Nugroho T, Utami S, Lestari R. Continuity of midwifery care and maternal outcomes. Jurnal Kebidanan Indonesia. 2021;12(1):45–52.
20. Sulistyowati E, Handayani S, Putri AR. Effect of acupressure on labor pain intensity during the first stage of labor. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2022;13(2):101–108.
21. Purnamasari D, Sari M, Amalia R. Asuhan kebidanan pada kala I persalinan fisiologis.Jurnal Kebidanan. 2020;9(1):55–62.
22. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Standar Pelayanan Kebidanan. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
2. Cikarang tahun 2020. J Kesehat Bhakti Husada. 2021;7(2):9–17.
3. Haslin S, Yuliana E, Rahmawati N. Penyuluhan pelaksanaan teknik birth ball terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif. J Pengabd Masy PUSTINGKIA. 2022;1(2):14–19.
4. World Health Organization. World health statistics 2023. Geneva: WHO; 2023.
5. World Health Organization. Maternal mortality. Geneva: WHO; 2024.
6. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
7. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI; 2024.
8. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Profil Kesehatan Kalimantan Tengah Tahun 2023. Palangka Raya: Dinkes Prov. Kalteng; 2023.
9. Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Profil Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2024. Pangkalan Bun: Dinkes Kobar; 2024.
10. Klinik Pratama Harapan Bunda. Laporan persalinan tahun 2024. Pangkalan Bun: Klinik Pratama Harapan Bunda; 2024.
11. Sulistyowati E, Handayani S, Putri AR. Efektivitas akupresur titik LI4 dan SP6 terhadap penurunan nyeri persalinan kala I. J Kebidanan. 2022;11(1):45–52.
12. Setiawati D. Continuity of care dalam pelayanan kebidanan untuk menurunkan AKI dan AKB. J Kebidanan Indonesia. 2021;12(2):85– 92.
13. Walyani ES, Purwoastuti E. Asuhan kebidanan persalinan dan bayi baru lahir. Yogyakarta: Pustaka Baru Press; 2020.
14. Ratnawati R. Manajemen asuhan kebidanan (pendekatan 7 langkah Varney). Jakarta: Salemba Medika; 2019.
15. Sari DP. Identifikasi kebutuhan segera dan tindakan kegawatdaruratan dalam asuhan kebidanan. J Kebidanan Terapan. 2019;5(2):67–74.
16. Nukuhely M, dkk. Penatalaksanaan tindakan segera bayi baru lahir dalam pencegahan komplikasi neonatal. Kebidanan Ambon. 2023;3(1):75–83.
17. World Health Organization. WHO recommendations: intrapartum care for a positive childbirth experience. Geneva: World Health Organization; 2018.
18. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Asuhan Persalinan Normal (APN). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2022.
19. Nugroho T, Utami S, Lestari R. Continuity of midwifery care and maternal outcomes. Jurnal Kebidanan Indonesia. 2021;12(1):45–52.
20. Sulistyowati E, Handayani S, Putri AR. Effect of acupressure on labor pain intensity during the first stage of labor. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2022;13(2):101–108.
21. Purnamasari D, Sari M, Amalia R. Asuhan kebidanan pada kala I persalinan fisiologis.Jurnal Kebidanan. 2020;9(1):55–62.
22. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Standar Pelayanan Kebidanan. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
Published
2026-02-09
How to Cite
SETIANI, Puput; OKTADIARINI, Dwi; ., Isnina.
Asuhan Kebidanan Pada Ny. D Dengan Persalinan Fisiologis Di Klinik Pratama Harapan Bunda Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah.
Jurnal Borneo Cendekia, [S.l.], v. 9, n. 2, p. 12-19, feb. 2026.
ISSN 2549-1822.
Available at: <https://journal.stikesborneocendekiamedika.ac.id/index.php/jbc/article/view/671>. Date accessed: 01 apr. 2026.
doi: https://doi.org/10.54411/jbc.v9i2.671.
Section
Articles

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â
Â







