HUBUNGAN POLA MAKAN, KONDISI PSIKOLOGIS, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DIABETES MELLITUS PADA LANSIA DI PUSKESMAS KUMAI
Abstract
Lanjut usia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan seorang manusia. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu jenis penyakit degeneratif yang mengalami peningkatan setiap tahun di seluruh dunia. Kejadian DM di Indonesia mengalami peningkatan, pada tahun 2007 sebesar (5,7%) menjadi (6,9%) pada tahun 2013. DM pada lansia di Indonesia merupakan masalah yang penting untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian DM. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor hubungan pola makan, kondisi psikologis, dan aktivitas fisik dengan DM pada lansia terhadap risiko kejadian DM lansia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih secara purpossive berdasarkan kriteria usia 60-90 tahun, tidak memiliki komplikasi penyakit lain, masih mampu berkomunikasi dengan baik, bersedia menjadi responden, yakni sejumlah 165 subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau wawancara. Analisis menggunakan univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat menggunakan Regresi logistic sederhana dengan menggunakan program komputer. Distribusi frekuensi berdasarkan kejadian DM sebesar (53,3%), pola makan sering >3x/hari (54%), stress (54,5%), aktivitas fisik ringan (61,2%), umur lanjur (52,1%), jenis kelamin perempuan (67,3%), suku Jawa (71,5%) dan pendidikan rendah (73%). Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara kondisi psikologis, jenis kelamin, suku dan pendidikan dengan status DM. Pola makan menjadi variabel yang dominan dengan kejadian DM pada lansia (p-value 0.006, OR 2.950). Artinya lansia yang memiliki pola makan sering >3x/hari memiliki peluang sebanyak 3 kali lebih tinggi untuk terkena DM dibandingkan yang memiliki pola makan jarang <3x/hari. Sehingga lansia diharapkan melakukan olahraga ringan, mengikuti promosi kesehatan mengenai DM yang diberikan oleh tenaga kesehatan, serta berobat rutin bagi lansia yang sudah terdiagnosa DM guna mengurangi risiko terkena DM. Kata Kunci: Pola makan, aktivitas fisik, stress, lansia.References
ACCORD Study Group. (2008). Effects of Intensive Glucose Lowering in Type 2 Diabetes. N Engl J Med. 358:2545-2559. Dalam Buku Pegangan Diabetes Edisi Ke 4. Bilous R, dan Richard D. (2014). Jakarta : Bumi Medika.
Afaf I, Abuelgasim, Maha KM, Osman and Elmahdi B. (2008). Effects of Aloe vera L. (Elsabar) Ethanolic Extract On Blood Glucose Level in Wistar Albino Rats. Khartoum: Journal of Applied Sciences Research University of Khartoum, Faculty of Veterinary Medicine.
Almatsier, S. (2005). Penuntun Diet Edisi Baru, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Umum.
American Diabetes Association. (2015). Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus,Diabetes Care,38:8-16.
Ariza, Miguel., (2010). The Economic Consequences of Diabetes and Cardiovaskuler Disease in The United States (Springer 11 : 1-10, 2010).
Aqsha Ramadhanisa, dkk. (2013). Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Kadar HBA1C Pasien Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Laboratorium Patologi Klinik RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Medical Jurnal Of Lampung University. Vol.2 No. 4. Februari 2013. ISSN 2337-3776.
Arisman. (2004). Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Arisman.(2011). Obesitas, Diabetes Melitus & Dislipidemia. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Asep Kuswardi, dkk (2008). Pengaruh Relaksasi Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus 2. Jurnal Keperawatan Indonesia. Vol. 12, No. 2; hal 108-114.
Azwar, Saifuddin. (2006). Penyusunan Skala Psikologis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan, Republik Indonesia. (2008).
Riset kesehatan dasar : laporan nasional 2007. Jakarta.
Balitbangkes. (2008). Riset Kesehatan Dasar 2007, Laporan Nasional. Jakarta: Balitbangkes Depkes RI.
Balitbang Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes
RI
Balitbang Kemenkes RI. (2007). Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.
Beckles, Gloria & Thompson-Reid., Patricia E. (2001). Diabetes & Women’s Health Across the Life Stages : A Public Health Perspective. U.S. Department of Health and Human Services, Centers for Disease Control and Prevention, National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion, Division of Diabetes Translation : Atlanta.
Bharali, R., Tabassum, J., Azad, M. R. H.(2003). Chemomodulatory Effect Of Moringa Oleifera Lam. On Hepatic Carcinogen Metabolizing Enzymes, Antioxidant Parameters, And Skin Papillomagenesis in Mice. Asian Pacific J Cancer Prevent 4. (http://www.apocpcontrol.org/ paper_file/issue_abs /Volume4_No2/Rupjyoti%20Bharali.pdf).
Bilous R, dan Richard D. (2014). Buku Pegangan Diabetes Edisi Ke 4. Jakarta : Bumi Medika.
Brown, Judith E. et al. (2005). Nutrition Through the Life Cycle. (2nded). Wadsworth: USA.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC),.(2011). TB Elimination Tuberculin Skin Testing, 1-2, http:// http://www.cdc.gov/tb/publications/factsheets/testing/skintesting.pdf , 17 Oktober 2016.
Chaplin, J.P.(2004). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarra: PT. Raja Grafindo Persada.
Corwin, Elizabeth J. (2008). Patofisiologi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Damayanti, A. (2010). Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus di Daerah Urban Indonesia. Jakarta : Tesis FKMUI.
Davies MJ, Heller S, Skinner T, et al. (2008). Effectiveness Of The Diabetes Education and Self Management for Ongoing And Newly Diagnosed (DESMOND) Programme for People With Newly Diagnosed Type 2 Diabetes: Cluster Randomised Controlled Trial. BMJ; 336: 491 – 495.
Depkes RI, (2009). Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta.
Depkes RI, (2012). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2012. Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Badan Litbangkes RI 2012. Diperoleh pada tanggal 25 september 2016
Depkes RI. (2012), Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2011. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.
Dinkes Jateng. (2011). Profil Kesehatan Jawa Tengah. Semarang : Depkes Jateng.
DKK semarang (2014). Profil Kesehatan Kota Semarang 2013 Semarang; Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Eackman, Ari S. (2011). “Type 1
Diabetes†dalam
http://nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000305.htm. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2016.
Effendi, Ferry & Makhfudli. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori dan Praktik dalam
Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Garnita, Dita.(2012). “Faktor Risiko Diabetes Melitus di Indonesia (Analisis Data Sakerti 2007)â€. Depok : Universitas Indonesia.
Gibney, Margareth Kidney, Arab. (2009). Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT.
Gibson, James,L. (2000). Organisasi, Perilaku, Struktur dan Proses. Edisi ke-5. Cetakan ke-3. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Gill, Geoffrey, Jhon Pickup, dan Gareth Williams. (2001) Difficult Diabetes. London: Blackwell Science Ltd.
Goldberg, Richard W., dkk. (2007). Quality of Diabetes Care Among Adults With Serious Mentall Illness.
Psychiatric service 58 : 536-543.
Goldstein, Barry J. dan Dirk Mueller-Wieland. (2008). Type-2 Diabetes: Principles and Practice. New
York: Informa Healthcare. Gramedia Pustaka.
Gumilang, Mega. (2014). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar. Surakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Grant, dkk., (2009). Gender-Spesific Epidemiology of Diabetes: A Representative Cross Sectional Study. International Journal for Equity in Health (Online) Vol. 8 No. 6 Hlm 1-12.
Harna. (2007). Psychological Well Being pada Lansia. Dibuka pada website.
http//:harnawatiaj.WordPress.Com.Laras Haryono.(2008). Study Deskriptif.
Hiza, H.A., Pratt, C., Mardis, A.L., dan Anand, R., (2000). Body Mass Index and Health, 202, 418-2312.
Himawan,sutisno, wirasmi marwoto.,(2010). Buku Ajar Patologi II edisi ke 1. Jakarta: Sagung seto.
Holy Yunita Nuraini, dkk, (2016). Hubungan Pola Makan, Aktivitas Fisik, Dan Riwayat Keluarga Terhadap DM Tipe 2. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 05, No. 1. Maret 2016.
International Diabetic Federation, (2015), IDF Diabetes Atlas, http://www.idf.org/atlasmap/atlasmap, 03 Oktober 2016.
Ilyas, E. I., (2011). Olahraga bagi Diabetesi dalam: Soegondo, S., Soewondo, P., Subekti, I., Editor. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu bagi dokter maupun edukator diabetes. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Irawan, M.Anwari. (2007). Jurnal Glukosa dan Metabolisme Energi. Volume 01(2007) No.06.
Isabella., Dkk. (2014). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Riwayat Keluarga Menderita DM Dengan Kejadian DM Tipe 2 Pada Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Penyakit Dalam BLU Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Makassar : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi.
Iswanto. (2004). “Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Gula Darah Puasa Pasien Rawat Jalan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Tahun 2004â€. Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok.
Juutilainen A, Lehto S, Ronnemaa T, et al.(2004) Type 2 Diabetes as A “Coronary Heart Disease Equivalentâ€. Diabetes Care. 2005; 28 : 2901 – 2907.
Katzung, B.G. (2004). Farmakologi Dasar dan Klinik Buku 3 Edisi 8. Penerjemah dan editor: Bagian Farmakologi FK UNAIR. Penerbit Salemba Medika, Surabaya. Hlm 37-41.
Kementerian Kesehatan RI.,(2010). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010-2014.
Jakarta.
Kemenkes, (2013). Riset Kesehatan Dasar: Riskesdas 2013, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI 2013, Jakarta.
Liang,shi.,et al., (2013). Physical Activity, Smoking, and Alcohol Consumption in Association with Incidence of Type 2 Diabetes among Middle-Aged and Elderly Chinese Men. Jurnal Vol.8, Issue.11, 2013.
Lindstom J, Ilanne-Parikka P, Peltonen M, et al. (2006). Sustained Reduction In Reduction In The Incidence Of Type 2 Diabetes By Lifestyle Intervention: Follow-Up The Finnish Diabetes Prevention Study. Lancet 2006;368:1673-1679.
Loli dkk, (2012). Hubungan Antara Stress Dengan Dengan Konsep Diri Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Kesehatan Indonesia. Vol. 2, No. 2. Maret 2012.
Lumbantobing. (1997). Kecerdasan pada Usia Lanjut dan Demensia. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.
Maryam, R. Siti, dkk. (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika.
Monica L. Meloh, dkk. (2015). Hubungan Kadar Gula Darah Tidak Terkontrol Dan Lama Prevalensi DM Dan Fungsi Kognitif Pada Subyek DM Tipe 2. Journal e-clinic (eCl), Vol. 3 No. 1, Januari – April 2015
Mozzaffarian D, Kamineni A, Carnethen M, et al. (2009). Lifestyle Risk Factors And New-Onset Diabetes Mellitus In Order Adults. Acrh Intern Med. 169: 798-807.
Murti, Bhisma.(2010). Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan edisi ke-2.Yogyakarta: UGM press.
Nathan, David M. dan Linda M. Delahanty. (2005). Beating Diabetes: The First Program Clinically
Proven To Dramatically Improve Your Glucose Tolerance. New York : Mc Graw Hill.
Nugroho, Wahyudi.(2000). Keperawatan Gerontik Edisi Kedua. Jakarta: EGC.
Nurlaili Haida K.P., dkk (2013). Hubungan Empat Pilar Pengendalian DM Tipe 2 Dengan Kadar Berata Kadar Gula Darah. Jurnal Bedah Epidemiologi, Vol. 1, No 2. September 2013 : 234-243.
Nurmalina, Rina. (2011). Pencegahan & Manajemen Obesitas. Bandung :Elex Media Komputindo.
PERKENI. (2006). Konsensus Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 diIndonesia 2006. Dikutip dari http://www.perkeni.net/index.php?page=home pada tanggal 20 Desember 2016.
PERKENI.,(2002). Konsensus Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Naskah Lengkap Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan XVIII Ilmu Penyakit Dalam 2003. Surabaya.
PERKENI., (2011). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia.
Jakarta.
Pipicelli, G. dkk. (2009) “Recommendations For The Nutritional Medical Treatment of Diabetes Mellitus “. Springer 1: 197-201.
Plotnikoff, R. C., (2006). Physical Activity in the Management of Diabetes: Population-based
Perspectives and Strategies. Canadian Journal of Diabetes. 30: 52-62.
Prate, Stefan F. E. dan luc J.C. van Loon. (2009). Exercise Therapy In Type 2 Diabetes. Springer acta diabetol: 263-278.
Purwanti, O. (2013). Analisis Faktor-Faktor Resiko Terjadi Ulkus Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus di Rsud. Dr. Moewardi. Tesis. Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Diperoleh pada tanggal 3 Oktober 2016
Rahajeng E, Tuminah S. (2009). Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian Biomedis dan Farmasi Badan Penelitian Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
Rahmawati. (2011). Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe-2 Rawat Jalan Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Skripsi : Makassar. Fakultas Ilmu Kesehatan Sam Ratulangi.
Rasmun. (2004). Stres, Koping Dan Adaptasi ( Edisi Pertama ). Jakarta : SAGUNG SETO.
Rochmah W. (2006). Diabetes Melitus Pada Usia Lanjut. Dalam : Aru W, dkk, editors, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi keempat, Jakarta : Penerbit FK UI.
Santoso,S dan Ranti, A. Lies. (2004). Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta
Sartika Sumangkut, dkk, (2013). Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Penyakit DM Tipe 2 Di Poli Interne BLU. RSUP. Prof.DR. R.D. Kadao Manado. E-Journal Keperawatan (E-Kp) Vol. 1. No. 1 Agustus 2013.
Schulze MB, Rimm EB, Shai I, Rifai N, Hu FB.(2004). Relationship Between Adiponectin And Glycemic Control, Blood Lipids, And Inflammatory Markers In Men With Type 2 Diabetes. Diabetes Care 2004; 27; 1680-1687.
Scholz, B., Gross, R, Schultink. W. and Sastroamidjojo, S. (1997). Anemia Is Associated With Reduced Productivity Of Women Workers Even In Less-Physicalystreuous Task British journal of Nutrition. 1997;77: 47-57.
Septian, Adi, Dkk, (2010). Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukoharjo I Kabupaten Sukoharjo. Skripsi : Surakarta. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Setianto. (2004). Pengaruh Aktifitas Sehari-hari Terhadap Keseimbangan Pada Lansia. Jakarta : Unit Press.
Siagian, Priska. (2012) “Trik Mensiasati Hormone Stress†dalam http://preventionindonesia.com/article.php?channel=prevention&name=trik-mensiasati-hormon-stres. Diakses pada tanggal 21 Desember 2016.
Sidartawan S. (2007). Diagnosa dan Klasifikasi Diabetes Melitus Terkini dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.
Smeltzer, & Bare. (2005). Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah Brunner & Suddart. Edisi 8, Vol 1, alih bahasa: Kuncara Monica Ester. Jakarta: EGC.
Smith, SE dan Read, DJ. (1997). Mycorrhizal symbiosis. Second Edition. Academic Press. Harcourt Brace & Company Publisher. London. Hlm. 32-79.
Soewondo dkk. (2010). Ketoasidosis Diabetik. Dalam : Aru W, dkk, editors, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi keempat. Jakarta : Penerbit FK UI.
Soewondo, Pradana. (2006). Koma Hiperosmolar Hiperglikemik Nonketotik. Dalam: Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1878.
Soeparman. (2001). Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta : Balai Penerbit FK UI.
Storck, Susan. (2001). “Gestational Diabetes†dalam
http://nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000896.htm. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2016
Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. (2009). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid edisi V. Jakarta: Interna Publishing.
Suhardjo.(1996). Berbagai Cara Pendidikan Gizi. Edisi 1. Cetakan 1. Bumi Aksara. Jakarta.
Suiraoka. (2012). Penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Nuhamedika.
Sujaya, I Nyoman. (2009). “Pola Konsumsi Makanan Tradisional Bali Sebagai Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 di Tabananâ€. Jurnal Skala Husada Vol.6 No. 1 : 75-81.
Sulistyoningsih, Hariyani. (2011). Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Supariasa. (2014). Penilaian Status Gizi. Penerbit EGC. Jakarta.
Suyono, Slamet. (2007). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi 4. Jakarta Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.
Teixeira-Lemos, Edite, Sara Nunes, Frederico Teixeira, Flavio Reis. (2011). “Regular Physical Exercise Training Assists in Preventing Type 2 Diabetes Development: Focus on Its Antioxidant And Anti-Inflammatory Propertiesâ€. Biomed central cardiovascular diabetology 10: 1-15.
Thomas Aquino E.A (2013). Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tingkat Kognitif Pada Pra Lansia Di Padepokan Denokan Mangunharjo, Depok. Sleman Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati . Vol. 3 No. 15 Desember 2016. ISSN : 2088- 8872.
Tjokroprawiro, A.,(2006). Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes Mellitus. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Uhthi, Nurul., (2014). Hubungan Aktivitas Fisik Dan Suku Dengan Kejadian Diabetes Mellitus pada Pegawai Universitas Gadjah Mada. Tesis: Universitas Gadjah Mada.
Umpierre et al., (2011). Physical Activity Adviced Only or Structured Exercise Training and Association with HbA1C Levels in Type 2 Diabetes. American Medical Association. 35:107.
United States Departement of Agriculture (USDA), (2007). Nutrient Database for Standard Reference. RI.
Vranic, et al .(2000). 100 Questions and Answer Diabetes, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
World Health Organization. (2011). Diabetes. Available From: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs312/en/index.html. [Accessed Desember 2016].
Wicaksono, R. P. (2011). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus. Semarang : FK UNDIP.
Wild S, Roglic G, Green A, et al.(2004). Global Prevalence Of Diabetes: Estimates For The Year 2000
And Projections For 2030. Diabetes Care; 27: 1047-1053.
Wilmore, J. H. and Costill, D. L. (2004). Physiology of Sport and Exercise, Human Kinetics Publishers, United States of America.
Yayuk Farida Baliwati, dkk. (2004). “Pengantar pangan dan Giziâ€. Jakarta : Penebar Swadaya.
Yulistina.F. (2016). “Hubungan Asupan Makanan, Stress, Aktivitas Fisik Dengan Hipertensi Pada Wanita Usia Menopauseâ€. Tesis. Fakulas Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang.
Yuniatun, Kurniati. (2003). “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengendalian Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Lama Diabetes Mellitus Lanjut Usia di Poliklinik Diabetes Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.†Tesis. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pasca Sarjana, Universitas Indonesia, Depok.
Zahtamal, dkk (2007). Faktor – faktor Risiko Diabetes Mellitus. Berita kedokteran Masyarakat. Vol.23 No. 3, September 2007 hal 142-147.
Zieve, David. “Hypertention - Overview†dalam
http://nlm.nih.gov/medlineplus/ency/anatomyvideos/000072.htm. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2016.
Zurianti S. Manto (2015) Hubungan pola makan dan olahraga dengan kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Tilamata Kab. Baelemo. Jurnal keperawatan. Universitas Negeri Gorontalo.
Afaf I, Abuelgasim, Maha KM, Osman and Elmahdi B. (2008). Effects of Aloe vera L. (Elsabar) Ethanolic Extract On Blood Glucose Level in Wistar Albino Rats. Khartoum: Journal of Applied Sciences Research University of Khartoum, Faculty of Veterinary Medicine.
Almatsier, S. (2005). Penuntun Diet Edisi Baru, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Umum.
American Diabetes Association. (2015). Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus,Diabetes Care,38:8-16.
Ariza, Miguel., (2010). The Economic Consequences of Diabetes and Cardiovaskuler Disease in The United States (Springer 11 : 1-10, 2010).
Aqsha Ramadhanisa, dkk. (2013). Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Kadar HBA1C Pasien Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Laboratorium Patologi Klinik RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Medical Jurnal Of Lampung University. Vol.2 No. 4. Februari 2013. ISSN 2337-3776.
Arisman. (2004). Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Arisman.(2011). Obesitas, Diabetes Melitus & Dislipidemia. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Asep Kuswardi, dkk (2008). Pengaruh Relaksasi Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus 2. Jurnal Keperawatan Indonesia. Vol. 12, No. 2; hal 108-114.
Azwar, Saifuddin. (2006). Penyusunan Skala Psikologis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan, Republik Indonesia. (2008).
Riset kesehatan dasar : laporan nasional 2007. Jakarta.
Balitbangkes. (2008). Riset Kesehatan Dasar 2007, Laporan Nasional. Jakarta: Balitbangkes Depkes RI.
Balitbang Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes
RI
Balitbang Kemenkes RI. (2007). Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.
Beckles, Gloria & Thompson-Reid., Patricia E. (2001). Diabetes & Women’s Health Across the Life Stages : A Public Health Perspective. U.S. Department of Health and Human Services, Centers for Disease Control and Prevention, National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion, Division of Diabetes Translation : Atlanta.
Bharali, R., Tabassum, J., Azad, M. R. H.(2003). Chemomodulatory Effect Of Moringa Oleifera Lam. On Hepatic Carcinogen Metabolizing Enzymes, Antioxidant Parameters, And Skin Papillomagenesis in Mice. Asian Pacific J Cancer Prevent 4. (http://www.apocpcontrol.org/ paper_file/issue_abs /Volume4_No2/Rupjyoti%20Bharali.pdf).
Bilous R, dan Richard D. (2014). Buku Pegangan Diabetes Edisi Ke 4. Jakarta : Bumi Medika.
Brown, Judith E. et al. (2005). Nutrition Through the Life Cycle. (2nded). Wadsworth: USA.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC),.(2011). TB Elimination Tuberculin Skin Testing, 1-2, http:// http://www.cdc.gov/tb/publications/factsheets/testing/skintesting.pdf , 17 Oktober 2016.
Chaplin, J.P.(2004). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarra: PT. Raja Grafindo Persada.
Corwin, Elizabeth J. (2008). Patofisiologi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Damayanti, A. (2010). Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus di Daerah Urban Indonesia. Jakarta : Tesis FKMUI.
Davies MJ, Heller S, Skinner T, et al. (2008). Effectiveness Of The Diabetes Education and Self Management for Ongoing And Newly Diagnosed (DESMOND) Programme for People With Newly Diagnosed Type 2 Diabetes: Cluster Randomised Controlled Trial. BMJ; 336: 491 – 495.
Depkes RI, (2009). Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta.
Depkes RI, (2012). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2012. Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Badan Litbangkes RI 2012. Diperoleh pada tanggal 25 september 2016
Depkes RI. (2012), Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2011. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.
Dinkes Jateng. (2011). Profil Kesehatan Jawa Tengah. Semarang : Depkes Jateng.
DKK semarang (2014). Profil Kesehatan Kota Semarang 2013 Semarang; Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Eackman, Ari S. (2011). “Type 1
Diabetes†dalam
http://nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000305.htm. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2016.
Effendi, Ferry & Makhfudli. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori dan Praktik dalam
Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Garnita, Dita.(2012). “Faktor Risiko Diabetes Melitus di Indonesia (Analisis Data Sakerti 2007)â€. Depok : Universitas Indonesia.
Gibney, Margareth Kidney, Arab. (2009). Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT.
Gibson, James,L. (2000). Organisasi, Perilaku, Struktur dan Proses. Edisi ke-5. Cetakan ke-3. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Gill, Geoffrey, Jhon Pickup, dan Gareth Williams. (2001) Difficult Diabetes. London: Blackwell Science Ltd.
Goldberg, Richard W., dkk. (2007). Quality of Diabetes Care Among Adults With Serious Mentall Illness.
Psychiatric service 58 : 536-543.
Goldstein, Barry J. dan Dirk Mueller-Wieland. (2008). Type-2 Diabetes: Principles and Practice. New
York: Informa Healthcare. Gramedia Pustaka.
Gumilang, Mega. (2014). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar. Surakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Grant, dkk., (2009). Gender-Spesific Epidemiology of Diabetes: A Representative Cross Sectional Study. International Journal for Equity in Health (Online) Vol. 8 No. 6 Hlm 1-12.
Harna. (2007). Psychological Well Being pada Lansia. Dibuka pada website.
http//:harnawatiaj.WordPress.Com.Laras Haryono.(2008). Study Deskriptif.
Hiza, H.A., Pratt, C., Mardis, A.L., dan Anand, R., (2000). Body Mass Index and Health, 202, 418-2312.
Himawan,sutisno, wirasmi marwoto.,(2010). Buku Ajar Patologi II edisi ke 1. Jakarta: Sagung seto.
Holy Yunita Nuraini, dkk, (2016). Hubungan Pola Makan, Aktivitas Fisik, Dan Riwayat Keluarga Terhadap DM Tipe 2. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 05, No. 1. Maret 2016.
International Diabetic Federation, (2015), IDF Diabetes Atlas, http://www.idf.org/atlasmap/atlasmap, 03 Oktober 2016.
Ilyas, E. I., (2011). Olahraga bagi Diabetesi dalam: Soegondo, S., Soewondo, P., Subekti, I., Editor. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu bagi dokter maupun edukator diabetes. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Irawan, M.Anwari. (2007). Jurnal Glukosa dan Metabolisme Energi. Volume 01(2007) No.06.
Isabella., Dkk. (2014). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Riwayat Keluarga Menderita DM Dengan Kejadian DM Tipe 2 Pada Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Penyakit Dalam BLU Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Makassar : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi.
Iswanto. (2004). “Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Gula Darah Puasa Pasien Rawat Jalan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Tahun 2004â€. Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok.
Juutilainen A, Lehto S, Ronnemaa T, et al.(2004) Type 2 Diabetes as A “Coronary Heart Disease Equivalentâ€. Diabetes Care. 2005; 28 : 2901 – 2907.
Katzung, B.G. (2004). Farmakologi Dasar dan Klinik Buku 3 Edisi 8. Penerjemah dan editor: Bagian Farmakologi FK UNAIR. Penerbit Salemba Medika, Surabaya. Hlm 37-41.
Kementerian Kesehatan RI.,(2010). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010-2014.
Jakarta.
Kemenkes, (2013). Riset Kesehatan Dasar: Riskesdas 2013, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI 2013, Jakarta.
Liang,shi.,et al., (2013). Physical Activity, Smoking, and Alcohol Consumption in Association with Incidence of Type 2 Diabetes among Middle-Aged and Elderly Chinese Men. Jurnal Vol.8, Issue.11, 2013.
Lindstom J, Ilanne-Parikka P, Peltonen M, et al. (2006). Sustained Reduction In Reduction In The Incidence Of Type 2 Diabetes By Lifestyle Intervention: Follow-Up The Finnish Diabetes Prevention Study. Lancet 2006;368:1673-1679.
Loli dkk, (2012). Hubungan Antara Stress Dengan Dengan Konsep Diri Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Kesehatan Indonesia. Vol. 2, No. 2. Maret 2012.
Lumbantobing. (1997). Kecerdasan pada Usia Lanjut dan Demensia. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.
Maryam, R. Siti, dkk. (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika.
Monica L. Meloh, dkk. (2015). Hubungan Kadar Gula Darah Tidak Terkontrol Dan Lama Prevalensi DM Dan Fungsi Kognitif Pada Subyek DM Tipe 2. Journal e-clinic (eCl), Vol. 3 No. 1, Januari – April 2015
Mozzaffarian D, Kamineni A, Carnethen M, et al. (2009). Lifestyle Risk Factors And New-Onset Diabetes Mellitus In Order Adults. Acrh Intern Med. 169: 798-807.
Murti, Bhisma.(2010). Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan edisi ke-2.Yogyakarta: UGM press.
Nathan, David M. dan Linda M. Delahanty. (2005). Beating Diabetes: The First Program Clinically
Proven To Dramatically Improve Your Glucose Tolerance. New York : Mc Graw Hill.
Nugroho, Wahyudi.(2000). Keperawatan Gerontik Edisi Kedua. Jakarta: EGC.
Nurlaili Haida K.P., dkk (2013). Hubungan Empat Pilar Pengendalian DM Tipe 2 Dengan Kadar Berata Kadar Gula Darah. Jurnal Bedah Epidemiologi, Vol. 1, No 2. September 2013 : 234-243.
Nurmalina, Rina. (2011). Pencegahan & Manajemen Obesitas. Bandung :Elex Media Komputindo.
PERKENI. (2006). Konsensus Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 diIndonesia 2006. Dikutip dari http://www.perkeni.net/index.php?page=home pada tanggal 20 Desember 2016.
PERKENI.,(2002). Konsensus Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Naskah Lengkap Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan XVIII Ilmu Penyakit Dalam 2003. Surabaya.
PERKENI., (2011). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia.
Jakarta.
Pipicelli, G. dkk. (2009) “Recommendations For The Nutritional Medical Treatment of Diabetes Mellitus “. Springer 1: 197-201.
Plotnikoff, R. C., (2006). Physical Activity in the Management of Diabetes: Population-based
Perspectives and Strategies. Canadian Journal of Diabetes. 30: 52-62.
Prate, Stefan F. E. dan luc J.C. van Loon. (2009). Exercise Therapy In Type 2 Diabetes. Springer acta diabetol: 263-278.
Purwanti, O. (2013). Analisis Faktor-Faktor Resiko Terjadi Ulkus Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus di Rsud. Dr. Moewardi. Tesis. Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Diperoleh pada tanggal 3 Oktober 2016
Rahajeng E, Tuminah S. (2009). Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian Biomedis dan Farmasi Badan Penelitian Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
Rahmawati. (2011). Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe-2 Rawat Jalan Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Skripsi : Makassar. Fakultas Ilmu Kesehatan Sam Ratulangi.
Rasmun. (2004). Stres, Koping Dan Adaptasi ( Edisi Pertama ). Jakarta : SAGUNG SETO.
Rochmah W. (2006). Diabetes Melitus Pada Usia Lanjut. Dalam : Aru W, dkk, editors, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi keempat, Jakarta : Penerbit FK UI.
Santoso,S dan Ranti, A. Lies. (2004). Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta
Sartika Sumangkut, dkk, (2013). Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Penyakit DM Tipe 2 Di Poli Interne BLU. RSUP. Prof.DR. R.D. Kadao Manado. E-Journal Keperawatan (E-Kp) Vol. 1. No. 1 Agustus 2013.
Schulze MB, Rimm EB, Shai I, Rifai N, Hu FB.(2004). Relationship Between Adiponectin And Glycemic Control, Blood Lipids, And Inflammatory Markers In Men With Type 2 Diabetes. Diabetes Care 2004; 27; 1680-1687.
Scholz, B., Gross, R, Schultink. W. and Sastroamidjojo, S. (1997). Anemia Is Associated With Reduced Productivity Of Women Workers Even In Less-Physicalystreuous Task British journal of Nutrition. 1997;77: 47-57.
Septian, Adi, Dkk, (2010). Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukoharjo I Kabupaten Sukoharjo. Skripsi : Surakarta. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Setianto. (2004). Pengaruh Aktifitas Sehari-hari Terhadap Keseimbangan Pada Lansia. Jakarta : Unit Press.
Siagian, Priska. (2012) “Trik Mensiasati Hormone Stress†dalam http://preventionindonesia.com/article.php?channel=prevention&name=trik-mensiasati-hormon-stres. Diakses pada tanggal 21 Desember 2016.
Sidartawan S. (2007). Diagnosa dan Klasifikasi Diabetes Melitus Terkini dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.
Smeltzer, & Bare. (2005). Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah Brunner & Suddart. Edisi 8, Vol 1, alih bahasa: Kuncara Monica Ester. Jakarta: EGC.
Smith, SE dan Read, DJ. (1997). Mycorrhizal symbiosis. Second Edition. Academic Press. Harcourt Brace & Company Publisher. London. Hlm. 32-79.
Soewondo dkk. (2010). Ketoasidosis Diabetik. Dalam : Aru W, dkk, editors, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi keempat. Jakarta : Penerbit FK UI.
Soewondo, Pradana. (2006). Koma Hiperosmolar Hiperglikemik Nonketotik. Dalam: Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1878.
Soeparman. (2001). Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta : Balai Penerbit FK UI.
Storck, Susan. (2001). “Gestational Diabetes†dalam
http://nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000896.htm. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2016
Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. (2009). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid edisi V. Jakarta: Interna Publishing.
Suhardjo.(1996). Berbagai Cara Pendidikan Gizi. Edisi 1. Cetakan 1. Bumi Aksara. Jakarta.
Suiraoka. (2012). Penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Nuhamedika.
Sujaya, I Nyoman. (2009). “Pola Konsumsi Makanan Tradisional Bali Sebagai Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 di Tabananâ€. Jurnal Skala Husada Vol.6 No. 1 : 75-81.
Sulistyoningsih, Hariyani. (2011). Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Supariasa. (2014). Penilaian Status Gizi. Penerbit EGC. Jakarta.
Suyono, Slamet. (2007). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi 4. Jakarta Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.
Teixeira-Lemos, Edite, Sara Nunes, Frederico Teixeira, Flavio Reis. (2011). “Regular Physical Exercise Training Assists in Preventing Type 2 Diabetes Development: Focus on Its Antioxidant And Anti-Inflammatory Propertiesâ€. Biomed central cardiovascular diabetology 10: 1-15.
Thomas Aquino E.A (2013). Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tingkat Kognitif Pada Pra Lansia Di Padepokan Denokan Mangunharjo, Depok. Sleman Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati . Vol. 3 No. 15 Desember 2016. ISSN : 2088- 8872.
Tjokroprawiro, A.,(2006). Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes Mellitus. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Uhthi, Nurul., (2014). Hubungan Aktivitas Fisik Dan Suku Dengan Kejadian Diabetes Mellitus pada Pegawai Universitas Gadjah Mada. Tesis: Universitas Gadjah Mada.
Umpierre et al., (2011). Physical Activity Adviced Only or Structured Exercise Training and Association with HbA1C Levels in Type 2 Diabetes. American Medical Association. 35:107.
United States Departement of Agriculture (USDA), (2007). Nutrient Database for Standard Reference. RI.
Vranic, et al .(2000). 100 Questions and Answer Diabetes, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
World Health Organization. (2011). Diabetes. Available From: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs312/en/index.html. [Accessed Desember 2016].
Wicaksono, R. P. (2011). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus. Semarang : FK UNDIP.
Wild S, Roglic G, Green A, et al.(2004). Global Prevalence Of Diabetes: Estimates For The Year 2000
And Projections For 2030. Diabetes Care; 27: 1047-1053.
Wilmore, J. H. and Costill, D. L. (2004). Physiology of Sport and Exercise, Human Kinetics Publishers, United States of America.
Yayuk Farida Baliwati, dkk. (2004). “Pengantar pangan dan Giziâ€. Jakarta : Penebar Swadaya.
Yulistina.F. (2016). “Hubungan Asupan Makanan, Stress, Aktivitas Fisik Dengan Hipertensi Pada Wanita Usia Menopauseâ€. Tesis. Fakulas Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang.
Yuniatun, Kurniati. (2003). “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengendalian Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Lama Diabetes Mellitus Lanjut Usia di Poliklinik Diabetes Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.†Tesis. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pasca Sarjana, Universitas Indonesia, Depok.
Zahtamal, dkk (2007). Faktor – faktor Risiko Diabetes Mellitus. Berita kedokteran Masyarakat. Vol.23 No. 3, September 2007 hal 142-147.
Zieve, David. “Hypertention - Overview†dalam
http://nlm.nih.gov/medlineplus/ency/anatomyvideos/000072.htm. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2016.
Zurianti S. Manto (2015) Hubungan pola makan dan olahraga dengan kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Tilamata Kab. Baelemo. Jurnal keperawatan. Universitas Negeri Gorontalo.
Published
2020-03-01
How to Cite
SUPRAPTI, Dwi.
HUBUNGAN POLA MAKAN, KONDISI PSIKOLOGIS, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DIABETES MELLITUS PADA LANSIA DI PUSKESMAS KUMAI.
Jurnal Borneo Cendekia, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 1-23, mar. 2020.
ISSN 2549-1822.
Available at: <https://journal.stikesborneocendekiamedika.ac.id/index.php/jbc/article/view/85>. Date accessed: 01 apr. 2026.
Issue
Section
Articles
Keywords
Kata Kunci: Pola makan, aktivitas fisik, stress, lansia.
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â
Â







